tuan-tuan tak bernyawa

takdirku mempertemukanmu
dalam buku usang yang berlari
menemaniku dengan cerita tentang asal
anak seberang yang bersisa

bertahan dari peperangan
bersaudara dengan nestapa
meyeberang lautan
dengan hidup yang tersisa dari sepasang pena

belajar dari kata yang berserak
membentuk kalimat tak berukir
mungkin pensil ini tumpul
tapi goretannya sedikit bermakna

ujar…
ya…
kau…

tuan-tuan tak bernyawa
hidup dalam imaji
membentuk goretan tentang sikap dan budi

Leave a Reply